whatsapp image 2026 02 06 at 21.59.25

Morotai: Dari Pembangunan Hingga Pendidikan Dimiskinkan

Oleh: Fahri Sibua, Magister Akuntansi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Morotai, sebuah pulau yang terletak di ujung utara Provinsi Maluku Utara, Indonesia, dikenal memiliki keindahan alam yang mempesona dan potensi alam yang melimpah. Namun, meskipun memiliki berbagai keunggulan ini, Morotai terjebak dalam ketidakmerataan pembangunan yang jelas terlihat. Salah satu aspek yang sangat disoroti adalah sektor pembangunan fisik yang berjalan pesat, seperti pembangunan infrastruktur jalan, pelabuhan, dan bandara. Di sisi lain, sektor pendidikan, yang merupakan salah satu pilar utama pembangunan berkelanjutan, justru terabaikan. Ketidakseimbangan antara pembangunan fisik dan pengabaian sektor pendidikan ini menjadi ironi besar, mengingat pendidikan adalah fondasi bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia yang akan menentukan kemajuan daerah dalam jangka panjang (Wahyu, 2020).

Pemerintah Indonesia memang telah melakukan berbagai upaya untuk membangun daerah-daerah seperti Morotai, termasuk pengembangan sektor infrastruktur yang ditujukan untuk mendongkrak perekonomian. Pembangunan infrastruktur di Morotai merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah dan memperkenalkan potensi daerah ini ke dunia luar, terutama melalui sektor pariwisata. Namun, meskipun sektor ini mendominasi agenda pembangunan, sektor pendidikan malah tidak mendapatkan perhatian yang sama. Pendidikan yang seharusnya menjadi tulang punggung pembangunan jangka panjang justru semakin terpinggirkan, sehingga menciptakan ketimpangan yang semakin mendalam antara sektor ekonomi dan sosial.Fokus Pembangunan Morotai: Infrastruktur yang Mendominasi, Pendidikan yang DitinggalkanPemerintah Indonesia, melalui Pemda Morotai, berusaha meningkatkan perekonomian daerah dengan mempercepat pembangunan infrastruktur, terutama yang berkaitan dengan sektor pariwisata dan perdagangan. Pembangunan bandara yang lebih besar, pelabuhan yang lebih modern, dan peningkatan aksesibilitas ke berbagai daerah di Morotai menjadi prioritas utama. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas dan memperkenalkan Morotai ke pasar internasional, terutama melalui sektor pariwisata. Sektor ini memang diharapkan dapat membawa kemajuan ekonomi secara cepat. Namun, ketika fokus pembangunan hanya tertuju pada sektor fisik, dan lain” maka sektor pendidikan malah terabaikan.Pendidikan yang merupakan fondasi pembangunan jangka panjang tidak mendapat perhatian yang sama dengan sektor infrastruktur. Sekolah-sekolah di Morotai, terutama di desa-desa terpencil, masih kekurangan fasilitas dasar, seperti ruang kelas yang memadai, alat pembelajaran yang lengkap, dan tenaga pengajar yang berkualitas. Keadaan ini tidak dapat dipungkiri, meskipun ada upaya dari pemerintah untuk menyediakan fasilitas pendidikan yang lebih baik, namun hal itu tidak cukup merata. Bahkan, banyak anak-anak di desa-desa terpencil yang terpaksa putus sekolah akibat keterbatasan akses dan kondisi ekonomi yang sulit. Pembangunan infrastruktur yang pesat, meskipun bermanfaat, tidak akan berdampak signifikan tanpa didukung oleh kualitas SDM yang terampil dan terdidik dengan baik (Suryani, 2020).

Krisis Pendidikan di Morotai: Kenapa Pendidikan Tidak Mendapatkan Prioritas?Masalah utama yang membuat sektor pendidikan di Morotai terabaikan adalah kurangnya perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan akan peningkatan kualitas SDM. Pemda Morotai lebih memfokuskan kebijakan pada pembangunan infrastruktur fisik dan promosi pariwisata ketimbang memperkuat kapasitas pendidikan di daerah ini. Pemerintah daerah tampaknya lebih tertarik pada proyek-proyek yang dapat terlihat langsung dampaknya secara ekonomi, seperti pengembangan kawasan wisata dan peningkatan fasilitas fisik lainnya, daripada memperbaiki sistem pendidikan yang menjadi pondasi kemajuan daerah. Akibatnya, SDM di Morotai, baik di tingkat S1 hingga S2 sampai S3, masih sangat terbatas, disebabkan kekurangan anggaran di sektor Pendidikan. Pemda Morotai lebih mengutamakan kemauan mereka pada proyek-proyek besar yang bisa menciptakan kesan kemajuan fisik. Padahal, pengabaian terhadap pendidikan yang berkualitas justru akan menciptakan kesenjangan sosial yang semakin dalam.

Jika pendidikan tidak mendapatkan prioritas yang setara dengan pembangunan infrastruktur, maka pembangunan tersebut tidak akan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Morotai. Tanpa peningkatan kualitas pendidikan yang serius, masyarakat Morotai akan terus terjebak dalam ketidakmampuan untuk mengelola dan memanfaatkan infrastruktur yang telah dibangun. Dengan kata lain, sektor pendidikan yang terabaikan berpotensi memperburuk ketimpangan sosial dan ekonomi di daerah ini.Pemda Morotai: Fokus pada Kemauan Mereka Ketimbang Peningkatan SDM PendidikanPemerintah Daerah, meskipun berusaha membangun infrastruktur fisik yang modern, seharusnya lebih memperhatikan sektor pendidikan yang menjadi dasar untuk pembangunan jangka panjang. Fokus Pemda yang lebih tertuju pada proyek-proyek besar seperti pembangunan kawasan pariwisata, perehapan bandara, labkes, dan Pembangunan lainnya ini membuat pendidikan semakin terabaikan. Proyek-proyek ini memang memberikan dampak ekonomi yang terlihat langsung, namun dampaknya terhadap kualitas hidup masyarakat tidak berlangsung lama tanpa adanya peningkatan kapasitas manusia melalui Pendidikan. Di tingkat S1 dan S2, sampai S3 Morotai masih sangat miskin dalam hal SDM terdidik. Banyak pemuda Morotai yang harus meninggalkan daerah untuk melanjutkan pendidikan mereka di luar pulau, hanya untuk kembali dengan pengetahuan yang tidak selalu dapat diterapkan karena minimnya lapangan pekerjaan yang berkualitas di daerah ini. Bahkan setelah menyelesaikan pendidikan tinggi, banyak dari mereka yang memilih untuk bekerja di luar daerah, mengingat kurangnya peluang kerja yang sesuai dengan kompetensi mereka. Pendidikan tinggi yang tidak didukung dengan peluang kerja lokal akan mengakibatkan pemborosan sumber daya manusia yang tidak bisa berkontribusi langsung untuk membangun daerah mereka (Sen, 1999).Pembangunan SDM yang berkualitas tidak bisa dicapai hanya dengan pembangunan fisik semata. Pendidikan harus menjadi prioritas utama yang sama pentingnya dengan pembangunan infrastruktur. Pemerintah daerah perlu merancang kebijakan yang mengutamakan penguatan kapasitas pendidikan di tingkat dasar, menengah, dan tinggi. Tanpa adanya SDM yang terdidik dan terlatih, seluruh pembangunan fisik yang dilakukan hanya akan menjadi “hiasan” yang tidak memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Morotai. Proyek-proyek besar yang tidak diimbangi dengan pengembangan kualitas manusia hanya akan memperburuk ketergantungan daerah terhadap faktor luar dan menciptakan kesenjangan sosial yang semakin dalam (Nasution, 2021).

Ketimpangan Pembangunan, Infrastruktur hingga PendidikanKetimpangan yang ada di Morotai bukan hanya tentang perbedaan pembangunan infrastruktur dan sektor pendidikan, tetapi juga tentang cara pandang pemerintah dalam memprioritaskan kebutuhan masyarakat. Pembangunan fisik yang masif, meskipun penting, tidak akan memberikan dampak yang signifikan jika SDM di daerah tersebut tidak terlatih dan terdidik. Infrastruktur seperti perehapan Pembangunan bandara dan labkes dan Pelabuhan, hingga perehapan insfastruktur yang lainnya, ini memang akan meningkatkan konektivitas dan mempermudah akses ke pasar global, namun jika masyarakat Morotai tidak memiliki keterampilan yang cukup untuk bersaing, maka mereka akan tetap tertinggal.Keadaan ini memperburuk ketidakmerataan pembangunan, di mana hanya daerah-daerah tertentu yang merasakan manfaat dari proyek-proyek pembangunan yang ada, sementara daerah ini tetap terjebak dalam ketidakmampuan untuk memanfaatkan peluang yang ada. Tanpa adanya perbaikan di sektor pendidikan, ketimpangan ini akan semakin melebar dan mengarah pada ketergantungan yang lebih besar terhadap faktor eksternal, bukan pemberdayaan masyarakat lokal. Pendidikan yang berkualitas, baik di tingkat dasar, menengah, maupun tinggi, merupakan kunci untuk mengurangi kesenjangan sosial dan menciptakan peluang ekonomi yang lebih besar di Morotai .

Mencapai Keseimbangan antara Pembangunan dan PendidikanUntuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan, Pemda Morotai perlu merancang kebijakan yang lebih seimbang antara sektor pembangunan fisik dan pengembangan SDM melalui pendidikan. Pemerintah harus mengalokasikan anggaran yang lebih besar untuk pendidikan, meningkatkan fasilitas pendidikan di daerah-daerah terpencil, dan memastikan bahwa setiap anak di Morotai memiliki akses yang setara terhadap pendidikan yang berkualitas. Selain itu, pelatihan untuk guru dan pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan lokal harus menjadi prioritas dalam rencana pembangunan jangka panjang.Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat lokal juga sangat diperlukan untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Program-program pendidikan yang berbasis keterampilan praktis, seperti pelatihan vokasional, juga perlu diperkenalkan untuk membantu mempersiapkan tenaga kerja yang siap bersaing di dunia kerja global. Dengan fokus yang lebih besar pada pembangunan SDM, Morotai dapat membangun masa depan yang lebih sejahtera dan mandiri bagi masyarakatnya. “Kemajuan yang sejati adalah ketika pembangunan infrastruktur diimbangi dengan pembangunan kapasitas manusia.